Berita dan Tips Terbaru

Dolar AS Tertekan, Harga Emas Merangkak Naik

0

Harga emas tertekan usai data ekonomi Amerika Serikat (AS) menguat. Sentimen itu juga dorong imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun melompat ke level tertinggi dalam tujuh tahun.

Faktor tersebut mendorong harga emas turun ke bawah posisi USD 1.300 yang level terendah dalam setahun. Harga emas membukukan kerugian keenam dalam tujuh sesi seiring laporan-laporan itu menunjukkan penjualan di ritel AS naik pada April.

Hal ini menambah bukti ekonomi melaju usai melambat pada awal 2018.

“Kebanyakan berita positif secara data ekonomi. Semuanya menekan harga emas. Penjualan ritel, jumlah empire state yang baik menambah harapan kenaikan suku bunga pada 2018. Dorong kenaikan suku bunga dalam jangka pendek mendorong dolar AS menguat,”kata Jeff Wright, Wakil Presiden Eksekutif Gold Mining Inc, seperti dikutip dari laman Marketwatch, pada 16 Mei 2018. 

Nilai tukar dolar AS naik pada perdagangan Senin dan menghapus kerugian yang telah dicetak sebelumnya. Pelemahan dolar AS sebelumnya terjadi karena investor mempertanyakan apakah dolar AS akan kembali reli seperti yang terjadi apda pekan sebelumnya.

“Harga emas memang sangat sensitif terhadap nilai tukar dolar AS,” jelas analis senior RJO Futures, John Caruso.

Kenaikan dolar AS membuat emas yang merupakan komoditas yang diperjualbelikan menggunakan dolar AS lebih mahal bagi mereka yang bertransaksi menggunakan mata uang lainnya.

“Kami melihat banyak aksi yang akan mempengaruhi harga emas pada pekan ini,” lanjut Caruso.

Salah satunya adalah angka penjualan ritel AS yang bisa menunjukkan tingkat penguatan ekonomi sehingga membantu Bank Sentral AS untuk menentukan arah kebijakan suku bunga acuan.

Jika angka ekonomi tersebut membaik tentu saja akan menjadi sinyal bagi bank sentral AS untuk mendorong kenaikkan suku bunga. Jika suku bunga naik akan menajdi pemberat gerak emas.

Berita Selengkapnya

Leave A Reply

Your email address will not be published.