Berita dan Tips Terbaru

Dewan Pers Imbau Media Tak Overdosis Beritakan Terorisme

0

Namun, Stanley menegaskan, bukan berarti berita tersebut harus diminimalisir. Kata dia, bisa dengan cara meningkatkan profesionalitas dengan mentaati kode etik jurnalistik.

“Misalnya begini, ditemukan ada bom di Palmerah. Yang muncul adalah gambar-gambar anggota TNI yang mengepung, kemudian blokir oleh polantas supaya tidak boleh lewat dan seterusnya. Padahal di sana karton itu mungkin isinya Indomie,” tegas Stanley.

Dia juga menegaskan, agar semua media klarifikasi dan verifikasi dulu sebelum berita itu naik ke publik. Salah satunya dia mencontohkan, seringnya terjadi pemberitaan mengenai kepanikan masyarakat namun belum tau apakah kepanikan itu bersumber dari persoalan yang jelas atau tidak. Menurut Stanley, ini justru dapat membuat masyarakat luas ikut panik.

“Di sinilah butuh profesionalisme wartawan. Cek dulu datanya, bila perlu di delay (beritanya) untuk 5 menit 10 menit, tapi kita mendapatkan kepastian bahwa ini konyol aja ulahnya orang-orang iseng,” tegasnya.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Pemerintah mengaktifkan kembali Komando Operasi Khsusus Gabungan (Koopsusgab) yang sebelumnya dibekukan. Dalam tugasnya, Koopsusgab akan menangkal aksi terorisme di bawah komando Panglima TNI.

Berita Selengkapnya

Leave A Reply

Your email address will not be published.