Berita dan Tips Terbaru

Ali Fauzi: Aksi Terorisme Bukanlah Pengalihan Isu

0

Liputan6.com, Jakarta – Pendiri Yayasan Lingkar Perdamaian (YLP), Ali Fauzi yang merupakan mantan petinggi Jamaah Islamiyah menegaskan, peristiwa terorisme yang terjadi dalam beberapa hari terakhir bukanlah operasi intelijen atau rekayasa. Aksi tersebut benar dilakukan orang-orang yang ingin membuat Indonesia gaduh.

“Demi Allah, saya bisa bersumpah itu bukan rekayasa polisi, bukan pengalihan isu, bukan operasi intelijen dan ini kelakuan orang-orang yang tidak suka NKRI, kelakuan orang-orang yang ingin kita gaduh, dan kelakuan orang-orang yang ingin negara kita cerai berai,” ujar Ali Fauzi dalam diskusi ‘Memutus Mata Rantai Terorisme; Mungkinkah?’ di Gedung LIPI, Jakarta Selatan, Kamis (17/5/2018).

Ia mengatakan, masyarakat harus diberikan pemahaman bahwa aksi ini bukanlah rekayasa. Hal ini merupakan tantangan besar yang harus dilakukan bersama-sama. Seharusnya perspektif atau pola pikir masyarakat atas kejahatan luar biasa (extraordinary crime) terorisme sama atau seragam.

“Tantangan terbesar penanganan terorisme ialah adanya perspektif beragam dari masyarakat Indonesia. Masih ada yang mengatakan ini pengalihan isu, rekayasa, konspirasi, dan lain sebagainya,” ucap adik terpidana mati pelaku teror bom Bali, Amrozi ini.

Dia mengatakan, pola pikir terhadap extra ordinary crime terorisme ini menyedihkan. Bahkan, ada profesor dan doktor masih terkungkung bahwa apa yang terjadi di Indonesia adalah rekayasa, ada kepentingan politik dan lain-lain.

Deradikalisasi penting dilakukan bukan hanya kepada warga yang terpapar paham radikalisme dan mantan napi teroris, tapi juga orang-orang yang sudah terpapar paham radikalisme maupun ekstremisme.

“Bagi yang belum terpapar harus diberi pengetahuan bahwa terorisme itu berbahaya, bahwa terorisme ada. Bagi yang sudah (terpapar), tentu harus ada produk-produk dari pemerintah yang berbasis afirmasi diri. Mengubah mindset mereka, mengubah ideologi mereka dan yang terpenting bagaimana bisa menciptakan orang-orang ini yang dulu benci dengan polisi jadi cinta. Yang dulu menganggap polisi lawan, sekarang kawan,” papar Ali Fauzi.

Berita Selengkapnya

Leave A Reply

Your email address will not be published.