Berita dan Tips Terbaru

5 Aksi Terorisme yang Mengguncang Tanah Air Jelang Ramadan

0

Lima hari pascapenyerangan ke Rutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok, bom meledak di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur. Insiden itu terjadi, Minggu pagi, 13 Mei 2018.

Ketiga gereja itu adalah Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel, Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) di Jalan Arjuno, dan Gereja Kristen Indonesia (GKI)di Jalan Diponegoro.

Satu keluarga yang menjadi otak penyerangan pun tewas di tempat, berikut para aparat dan warga sipil. Total ada 18 orang meninggal dunia, termasuk pelaku bom bunuh diri, sementara 40 lainnya terluka.

Siapakah satu keluarga pengebom tiga gereja di Surabaya?

Dita Supriyanto (ayah) adalah dalang dari aksi bom bunuh diri. Dia menjadikan putra-putrinya sebagai alat untuk melakukan tindak kekerasan.

Minggu pagi,pukul 07.53 WIB, mobil avanza berisi bom yang dibawa Dita meledak diGereja Pantekosta di Jalan Arjuno.

Sebelumnya, ayah dari empat orang anak ini, menurunkan istri dan dua putrinya yang masih di bawah umur di Gereja Gereja Kristen Indonesia, Jalan Diponegoro.Pada pukul 07.15 WIB, bom yang dililitkan Puji Kuswati diperut dan dipaha anaknya, meledak di parkiran motor.

Sementara itu, bom pertama meledak di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel. Dua anak laki-laki yang memaksa masuk ke halaman gereja dengan motor, meledakkan diri, pada pukul 06.30 WIB. Bom dipangku di atas motor.

Kini yang tersisa dari aksi teror bom di tiga gereja di SUrabaya, hanya duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.

Berita Selengkapnya

Leave A Reply

Your email address will not be published.